Posted by: prillia | June 26, 2007

Perang Melawan Denglisch

Tak hanya bahasa indonesia kelimpungan diserbu bahasa asing seperti inggris. Pun ahli bahasa jerman merasa kewalahan atas serbuan bahasa dari negeri Ratu Elizabeth ini.

 

Denglisch adalah sebuah istilah untuk bahasa campuran antara jerman (deutsch) dan inggris (englisch). Wikipedia edisi bahasa jerman menyebutkan bahwa denglisch adalah kata atau frase jerman yang terbentuk akibat kuatnya pengaruh bahasa inggris.

 

Definisi konsep denglisch masih bervariasi di antara ahli bahasa : sebagian berpendapat bahwa suatu kata atau frase disebut denglisch, contohnya bila kata kerja atau kata sifat bahasa inggris diambil alih dalam bahasa jerman, meski telah cukup kata-kata jerman yang memiliki ekspresi sama. Fenomena terjemahan bebas dari bahasa inggris ke jerman terkadang juga disebut denglisch. Pula penggunakan kata atau frase bahasa inggris yang digunakan di sela-sela kalimat berbahasa jerman. Contohnya adalah kata callcenter, sale dan carsharing.

 

Lebih 1200 tahun lamanya, bangsa Jerman berkembang hingga mencapai kemajuan seperti sekarang. Pun bahasa mereka. Berada di tengah-tengah Eropa yang memiliki bahasa berpengaruh lainnya, bahasa jerman mengalami pertukaran, pertambahan, dan aneksasi. Antara lain dengan bahasa latin, yunani, perancis, serta italia. Serta dua ratus tahun terakhir dengan bahasa inggris.

 

Masalah pengaruh antar bahasa bukan isu baru bagi bahasa jerman. Bahasa lain dari Eropa tengah, utara dan timur juga banyak meminjam kata-kata jerman. Namun ada masa-masa dimana pengaruh bahasa luar lebih banyak masuk dan membahayakan bahasa negeri ini.

 

Pada abad 17, bahasa negeri Hitler ini mengalami pengaruh kuat dari bahasa latin dan perancis. Memaksa para pencinta dan pelindung bahasa jerman bahu-membahu untuk menghentikannya pengaruh berlebihan linguistik perancis. Saat itulah mulai muncul “Himpunan bahasa Jerman”. Melalui himpunan ini, bahasa jerman dijaga perkembangannya, diperhatikan, dan dicintai. Muncul orang-orang seperti Martin Luther yang menggunakan bahasa jerman dalam khotbah dan doa yang dipimpinnya. Atau Gottfried Wilhelm Leibniz, perintis bahasa jerman sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Juga  Gotthold Ephraim Lessing, Friedrich Schiller dan Johann Wolfgang von Goethe, yang berhasil menunjukkan bahwa bahasa jerman dapat dipakai sebagai media seni bahasa.

 

Teknologi informasi memegang peran dalam pembentukan denglisch di jerman. Pesatnya informasi melalui berbagai media mulai radio, televisi dan internet, membuat orang mengenal membaca dari lebih banyak sumber.

 

Denglisch memiliki citra buruk. Dia tak sesuai dengan konsep linguistik jerman dan tak dapat ditentukan jenisnya oleh kriteria ilmu pengetahuan. Penggunaannya ditentang oleh dunia linguistik dan himpunan bahasa jerman. Terutama di media massa, poster-poster iklan, dsb.

 

Maraknya penggunaan kata-kata inggris dalam bahasa jerman menuai kritik dari tokoh politik. „Kita butuh perluasan konsep mengenai perlindungan konsumen,“ kata Julia Klöckner, seorang ututsan dari partai CDU akhir maret 2007. Pemakian berlebihan kata-kata inggris tak perlu seringkali membuatnya jengkel. Dia merasa asing, menemukan sebuah „Eye-Makeup-Remover“ tanpa ada keterangan dalam bahasa jerman di sebuah rak supermarket jerman.

 

Menurut ahli politik budaya Gitta Connemann, denglisch akan menyebabkan bangsa jerman kehilangan salah satu produk budaya, yakni bahas amereka. „Orang Jerman tak kan mampu berbicara,“ katanya menyalahkan menurunnya kompetensi berbahasa dalam masyarakat.

 

Institusi Yayasan Bahsa Jerman dan Himpunan Bahasa Jerman sangat mendukung pendapat kedua ahli politik tersebut. Seorang anggota bernama Menno Aden merasa bahwa mesti bangsa Jerman merupakan pelopor perlindungan konsumen di Eropa,  dia melupakan perawatan bahasanya sendiri.

 

Akan tetapi, Aden mengkalrifikasi bahwa hal ini tak berarti bangsa Jerman anti perubahan. „Kami bukan pemburu kata-kata asing.“ Jika seseorang tak menunjukkan sinyal „berhenti“, maka tak seorang akan tahu bahwa bahasa jerman telah berada di ujung tanduk.

 

Banyak kalangan juga menghimbau para tokoh politik untuk memberi contoh baik kepada masyarakat. Dengan menggunakan bahasa jerman secara benar. Dokumen-dokumen milik lembaga perwakilan rakyat dan pemerintah federal sebaiknya ditulis dalam bahasa jerman ynag mudah dimengerti. Dan yang penting, di perusahaan-perusahaan besar seperti Telekom dan perusahaan kereta api, mesti menyajikan teks berbahasa jerman.

 

Bahasa adalah budaya sebuah bangsa. Perlu daya upaya semua pihak untuk melestarikannya.


Responses

  1. Apa kabar Mbak? Baik2 kan? Moga2 selalu bahagia di Jerman.

    Yah.. pengaruh bahasa Inggris memang huebaaat banget, khususnya di Indonesia yang tradisinya labil. Anak2 muda kelahiran 1980-an ke atas makin sulit menghindar dari indon-english. Piye maneh.


Leave a response

Your response:

Categories