Posted by: prillia | May 24, 2007

Karnaval

Di kota-kota katolik utama di daerah aliran Sungai Rhein di Jerman, seperti Köln atau Cologne, Düsseldorf, dan Mainz, karnaval adalah hal yang penting dalam masyarakatnya. Bagi mereka, ajang ini lebih dari sekedar acara rutin tahunan.

 

Tradisi perayaan karnaval di Rheinland, sebutan daerah aliran sungai Rhein di Jerman, berakar dari agama Katolik, yakni ibadah puasa menjelang paskah yang kemudian bercampur dengan tradisi merayakan berakhirnya musim dingin di Abad Pertengahan. Dan sebelum berpuasa selama 40 hari sebelum paskah, mereka ingin berpesta terlebih dahulu.

 

Tahun ini, acara puncak karnaval, yakni Rosenmontag (Senin Mawar) jatuh pada tanggal 27 Februari, dimulai tepat pukul 11.11 waktu setempat. Selama beberapa hari sebelumnya diadakan karnaval-karnaval kecil, misalnya karnaval anak-anak. Di hari itu, iring-iringan karnaval berupa mobil hias, penari, marching band dan peserta berkostum aneka rupa sepanjang 6,5 kilometer di Köln dan Düsseldorf menyemarakkan pusat kota. Mereka berpesta, bahkan saat salju masih turun dengan lebat. Sekitar 150 ton manisan dibagikan kepada penonton selama acara, termasuk 700 ribu batang coklat dan 22 ribu kotak praline.

 

Nama Rosenmontag berawal dari kota Köln, dimana sekitar tahun 1823 terbentuk Komite Pengatur Perayaan, sebuah komite yang secara resmi bertanggung jawab atas penyelenggaraan karnaval. Di hari Minggu, tiga minggu sebelum Paskah, Sri Paus akan mempersembahkan Mawar keemasan. Karena karnaval berlangsung di hari Senin, maka hari tersebut dinamakan Rosenmontag.

 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, karnaval tahun ini pun mengusung tema tertentu. Piala Dunia, Angela Merkel dan pemerintah koalisi menjadi tema sebagian besar mobil hias peserta karnaval.

 

Karnaval tahunan ini merupakan bisnis musiman bernilai milyaran euro. Sekitar dua juta orang dari seluruh jerman memadati pusat-pusat kota penyelenggara karnaval. Pendapatan total tahunan dari acara ini berkisar antara 4 hingga 5 miliar euro. Bisnis kostum menjadi primadona, karena tak hanya peserta pawai yang berkostum, para penonton dan warga kota pun mengenakan kostum beraneka rupa. Rumah makan dan perusahaan taksi akan memperkerjakan lebih banyak orang pada masa ini.

 

Konon, di minggu menjelang karnaval, kita akan dapat melihat Jerman dan orang Jerman dengan cara berbeda. Mereka akan terlihat lebih ramah dan bahagia. Sapaan “Helau” dan “Kölle Alaaf” sering terdengar. Ini adalah saat bersenang-senang dan tertawa, komentar salah seorang pengunjung di televisi. Di minggu liar, minggu saat karnaval berlangsung, warga kota akan keluar rumah sepanjang malam dan siang berkostum warna-warni. Para turis yang berkunjung ke Rheinland selama festival sering tak percaya, melihat begitu banyak orang dewasa berpakaian konyol dan aneh berjalan-jalan.

*neraca*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.